Perum Bulog Jajaki Penyaluran Beras ke TNI, Polri dan ASN

0 28

SPcom JAKARTA – Perum Bulog akan menjajaki proses suplai beras bagi anggota TNI, Polri dan aparatur sipil negara (ASN). Hal ini untuk menjaga stabilitas stok beras, setelah Bulog tidak dilibatkan dalam penyaluran Bansos.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, selama ini Bulog melakukan penyaluran beras melalui penugasan pemerintah, seperti penyaluran bansos.

“Tetapi sejak tidak dilibatkan dalam program bansos, berdampak menumpuknya stok beras di gudang Bulog. Sementara penyerapan melalui pengadaan beras dari petani terus berlangsung,’’ ujarnya saat konferensi pers dengan Forum Wartawan Bulog secara virtual, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, untuk menjaga keseimbangan antara penyerapan dan penyaluran, terobosan dalam pendistribusian beras harus dilakukan. Seperti kerjasama dengan TNI dan Polri dalam rangka mensuplai kebutuhan beras bagi anggota keluarga beserta ASN.

“Apalagi kalau ditambah dengan instansi pemerintah lainnya tentu akan berdampak positif bagi petani padi di Indonesia,” ucapnya.

Ia menegaskan Bulog tidak melakukan impor beras dari luar negeri, melainkan mengutamakan hasil panen petani di dalam negeri.

‘’Upaya untuk mengutamakan hasil panen dari petani di dalam negeri ini dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada pangan dan menjaga ketahanan pangan,’’ terangnya.

Bulog berencana tidak lagi menerima beras dalam program pengadaannya, melainkan berupa gabah. Kebijakan itu perlu dilakukan guna menjaga kualitas beras yang diproduksi Bulog.

Adapun harga pembelian gabah dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu sebesar Rp 5.300/Kg GKP (Gabah Kering Giling).

‘’Dengan keterlibatan Bulog dalam membeli gabah, petani pun bisa terlepas dari jeratan tengkulak yang selalu merugikan petani,’’ tandasnya. (Lili)